Kelenteng Dewi Kwan Im, Wisata Religi Berusia Dua Abad di Belitung

Advertisement

Selain memiliki sederet pantai keren, Belitung ternyata juga miliki beberapa wisata religi menarik lho. Salah satunya adalah Kelenteng Dewi Kwan Im yang usianya sudah mencapai dua abad. Penasaran? Yuk, simak ulasan lengkap saya saat jalan-jalan ke sana beberapa saat lalu Teman Traveler.

Terbuka untuk Umum

C:\Users\User\Pictures\2017\Belitong SSR (March 2017)\20170316_090558.jpg
Patung Dewi Kwan Im (c) Helga Christina/Travelingyuk

Kelenteng Dewi Kwan Im yang saya kunjungi ini konon merupakan terbesar dan tertua di Belitung lho. Setiap harinya tempat ini selalu ramai disambangi pengunjung, baik yang ingin beribadah maupun berwisata. Tempatnya dibuka untuk umum kok, jadi kalian tak perlu sungkan jika ingin mampir ke sini.

Bangunan peribadatan ini disebut-sebut sudah berusia tak kurang dari 266 tahun dan ditemukan pertama kali pada 1747. Menurut kisah yang beredar, Dewi Kwan Im disebut-sebut pernah bersembahyang di Kon Im, salah satu tempat sembahyang terbesar di sini.

Tempatnya sendiri cukup mudah dijangkau. Kalian tinggal bergerak menuju Desa Burung Mandi di Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Bisa ditempuh dalam perjalanan sekitar dua jam dari Tanjung Pandan atau 30 menit dari Manggar.

Menapaki Ratusan Tangga

Wajib menapaki ratusan tangga (c) Helga Christina/Travelingyuk

Untuk mengunjungi vihara ini, Teman Traveler harus menapaki sekitar 86 anak tangga. Begitu sampai, kalian akan menemukan tiga tempat sembahyang berbeda. Pertama adalah Shimunyo di dekat anak tangga. Berikutnya ada Sitiyamuni di tingkat berikutnya dan Kon Im di tingkat teratas.

Tempat peribadatan ini bakal dipadati ratusan warga pada hari-hari besar seperti Imlek maupun Waisak. Sementara untuk pengunjungnya sendiri tidak hanya datang dari warga lokal, namun juga turis luar negeri.

Menurut cerita beberapa warga, sembahyang dan berdoa memohon keinginan di sini ampuh untuk mengabulkan segala permintaan. Bagaimana Teman Traveler, ada yang tertarik meminta jodoh di sini?

Pemandangan di Sekitar

Suasana di sekitar kelenteng (c) Helga Christina/Travelingyuk

Pemandangan di sekitar Kelenteng Dewi Kwan Im juga sangat indah. Persis di area belakang, Teman Traveler bisa melihat indahnya Gunung Burung Mandi. Jika sedang beruntung, kalian juga bakal disambut kawanan monyet yang turun dari bukit untuk mencari makan.

Panorama sekitar kelenteng (c) Helga Christina/Travelingyuk

Pengelola juga menyediakan jasa penyewaan pakaian Tiongkok kuno untuk pengunjung yang ingin berfoto-foto. Selain itu Teman Traveler juga bisa menjajal metode ramalan unik menggunakan bilah bambu di sini. Gimana, banyak kan keseruan yang bisa dicoba?

Kolam Tujuh Bidadari

Berfoto di dekat bangunan kelenteng (c) Helga Christina/Travelingyuk

Satu lagi yang membuat kelenteng ini unik adalah keberadaan ‘Kolam Tujuh Bidadari’. Di sini pengunjung bisa melempar koin sembari mengucap doa dan permohonan. Sebagian percaya bahwa ritual ini ampuh untuk membuat keinginan terkabul.

Selain itu masih ada banyak hal ajaib lain lho Teman Traveler. Selama masa pembangunan kelenteng, konon ada patung Buddha muncul dari permukaan laut. Wah, menarik ya?

Suasana Alam Menyegarkan

Gerbang kelenteng (c) Helga Christina/Travelingyuk

Kelenteng Dewi Kwan Im di Belitung ini lokasinya berada di atas bukit. Hawa sekitarnya begitu sejuk, bikin betah berlama-lama. Selain itu pemandangannya juga indah, Teman Traveler bisa leluasa melihat Gunung dan Pantai Burung Mandi dari sini. Kedua tempat tersebut juga bisa dijangkau dalam beberapa langkah kaki dari kelenteng.

Menikmati segarnya suasana sekitar (c) Helga Christina/Travelingyuk

Itulah sedikit ulasan mengenai Kelenteng Dewi Kwan Im yang sudah berusia lebih dari dua abad. Jika Teman Traveler sedang berniat menjelajah wisata Belitung, boleh coba mampir ke sini ya.

Advertisement
Tags
Belitung Indonesia kontributor Travelingyuk Wisata wisata belitung
Share